
Di Hadapan Kepala BNN RI, Wabup Tegaskan Komitmen Bangka Tengah Perangi Narkoba
Oleh: Tim Redaksi | Dipublikasikan: 12 November 2025
Wakil Bupati Bangka Tengah, Drs. H. Syahrial, M.Si., berdiri tegap di hadapan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Drs. Petrus Reinhard Golose, dalam sebuah forum strategis. Dengan suara lantang dan mata tajam, ia menyampaikan komitmen daerahnya. Ia menegaskan bahwa Bangka Tengah tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba. Momentum ini terjadi pada acara Deklarasi Anti Narkoba yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, Senin pagi.
Acara tersebut mengundang perhatian publik. Banyak pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga pelajar hadir memberikan dukungan. Wabup tidak hanya berdiri diam. Ia bergerak aktif, berinteraksi dengan peserta, dan memberikan instruksi langsung kepada jajaran Satpol PP serta Dinas Pendidikan. Kita harus bergerak bersama, tidak bisa sendiri, tegasnya.
Mengapa Bangka Tengah Memperkuat Barisan?
Selanjutnya, Wabup menjelaskan alasan di balik sikap kerasnya. Data dari BNNP Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan peningkatan kasus narkoba di kalangan remaja. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka menyusun strategi jitu. Pertama, mereka memperkuat program rehabilitasi bagi pecandu. Kedua, mereka menggencarkan patroli di titik rawan.
Transisinya jelas: setelah mendengar laporan intelijen, Wabup langsung memerintahkan camat dan lurah untuk membentuk satuan tugas (satgas) anti narkoba di setiap desa. Saya ingin setiap RT menjadi benteng pertahanan, ujarnya penuh semangat. Ia pun memuji kerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI. Wikipedia mencatat bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda, sehingga langkah preventif harus diutamakan.
Bahkan, Wabup menyebutkan tiga wilayah kecamatan yang masuk zona merah. Ia memaparkan data tersebut dengan jelas di hadapan Kepala BNN RI. Kepala BNN RI pun mengapresiasi keterbukaan ini. Pak Wabup sangat progresif. Ini contoh baik bagi daerah lain, puji Golose.
Langkah Nyata: Dari Sosialisasi hingga Tindakan Hukum
Wabup tidak hanya berpidato. Ia mengumumkan program prioritas. Salah satunya adalah Gerakan Orang Tua Peduli yang melibatkan ribuan orang tua murid. Mereka mendapat pelatihan untuk mendeteksi gejala penyalahgunaan narkoba. Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan BNN Bengkulu untuk bertukar informasi dan strategi penindakan.
Kemudian, Wabup menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan tes urine secara mendadak di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Hasilnya? Empat orang dinyatakan positif dan langsung menjalani rehabilitasi. Tindakan ini menimbulkan efek jera. Kami tidak main-main. Siapapun yang terlibat, harus bertanggung jawab, ancamnya.
Di sisi lain, Wabup juga menggandeng tokoh agama. Mereka rutin menyampaikan ceramah tentang bahaya narkoba di setiap masjid dan gereja. Transisi ini penting: setelah pendekatan agama, mereka memberikan pelatihan keterampilan bagi pemuda putus sekolah. Kami isi waktu mereka dengan kegiatan positif, jelasnya.
Dukungan Penuh dari Masyarakat
Masyarakat Bangka Tengah menyambut baik komitmen ini. Seorang tokoh pemuda, Andika Pratama, menyatakan dukungannya. Kami siap menjadi agen perubahan. Pak Wabup memberi motivasi besar, katanya. Sekelompok ibu-ibu PKK juga turun ke lapangan. Mereka membagikan stiker dan brosur anti narkoba di pasar tradisional.
Sementara itu, Kepala BNN RI memberikan masukan. Ia menyarankan agar Bangka Tengah membentuk Kampung Bersih Narkoba di setiap desa. Wabup langsung menyetujui ide tersebut. Ia memerintahkan stafnya untuk merealisasikan program itu dalam waktu satu bulan. Target saya, tahun depan tidak ada lagi desa yang terkena narkoba, tegasnya.
Transisi lainnya: Wabup juga memanfaatkan media sosial untuk kampanye. Ia merekam video pendek yang viral di Instagram. Dalam video itu, ia menantang pejabat daerah lain untuk melakukan hal serupa. Saya ingin Bangka Tengah menjadi contoh nasional, ujarnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski optimis, Wabup mengakui adanya tantangan. Akses jalan laut yang terbuka lebar memudahkan penyelundupan. Namun, ia sudah menyiapkan solusi. Pemerintah akan menambah pos pengawasan di pelabuhan kecil. Kerja sama dengan TNI AL juga diperkuat. Menurut Wikipedia, koordinasi lintas sektor sangat penting dalam memberantas narkoba.
Di akhir acara, Wabup mengajak semua pihak bersatu. Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan peran aktif setiap individu. Jangan tanya apa yang pemerintah lakukan, tapi tanyakan apa yang bisa kita lakukan bersama, pungkasnya.
Kepala BNN RI pun memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Piagam itu menjadi bukti nyata komitmen mereka. Wabup menerima penghargaan tersebut dengan tangan terbuka. Ia berjanji akan terus berinovasi. Ini baru awal. Kami tidak akan berhenti sampai narkoba benar-benar hilang, tambahnya.
Sebagai penutup, Wabup menegaskan bahwa generasi muda adalah aset berharga. Mereka harus dilindungi dari ancaman narkoba. Dengan langkah konkret dan dukungan semua elemen, Bangka Tengah optimis meraih masa depan yang lebih baik.
